Menjual Properti Dengan Harga Tinggi, Tentu Bisa Dengan Tips Berikut

.
Dalam berinvestasi property, kadang-kadang kita merasakan jika property yang kita investasikan tidak membuahkan capital gain yang relevan, oleh karena itu kita terkadang berpikir untuk jual property itu. 

Tetapi jika kita tidak tahu beberapa kiat dalam jual property pada harga tinggi, di kuatirkan ada masalah lain yakni property kita di jual pada harga yang relatif tambah murah, jika dibanding dengan property yang semacam. Oleh karena itu tersebut akan diterangkan bagaimana beberapa kiat dalam jual property, hingga harga jualnya jadi tinggi serta tingkat keuntungan yang didapatkan juga semakin lebih memberi kepuasan. 

1. Berencana Pemasaran 

Gagasan pemasaran yang tepat yakni langkah awal dalam mendapatkan calon konsumen. Ini dapat dikerjakan dengan pasang iklan, pasang papan pengumuman di muka rumah, mempromokan lewat situs internet, open house mendatangkan beberapa calon konsumen eksklusif ke rumah yang di jual serta membikinkan isu penjualan rumah ke data base / listing jaringan prospek yang telah dipunyai. 

Gagasan pemasaran yang baik akan memberikan target waktu perolehan penjualan atau transaksi buat semasing prospek serta tehnis realisasinya yang sesuai kenyataan. Keuntungan terdapatnya skema kerja yang tersusun baik, masalah akan terdeteksi secara cepat, sebabnya juga dapat dikontrol. Pada akhirnya jalur ini akan membuat rumusan beberapa masalah serta solusinya jadi sumber evaluasi di masa datang. 

2. Memastikan Perusahaan Property 

Buat yang gres datang di dunia property, jangan takut dahulu pada kompetisi berat di lapangan. Bila Anda kebetulan ingin masuk dengan satu diantara perusahaan property, yakinkan perusahaan itu paling dipercaya serta profesional di bidangnya. Perusahaan property yang baik akan menerangkan dengan detil agenda promo yang akan ditangani, berkas atau dokumen kesepakatan yang perlu dibuat atau disediakan, ongkos manajemen notaris / PPAT, komisi agen, pajak penjual serta beberapa langkah pendekatan pada ke-2 client (penjual serta konsumen). Yakinkan biro yang Anda pilih betul-betul dapat tawarkan sarana maksimal, harga jual yang patut buat rumah serta tetek bengek potongannya tidak membuat harga rumah begitu tinggi jauh terpaut pada harga di lokasi. 

3. Mensurvei Harga Jual Property serta Memutuskan Harga 

Analisa harga mampu didapat dengan : 
  • Penawaran harga penjual yang diadaptasi dengan pengetahuan akan rencana peningkatan daerah. 
  • Perbandingan harga rumah yang gres saja terjual di lokasi. 
  • Perbandingan penawaran harga property oleh agen-agen lain / kompetisi di ruang paling dekat. 
  • Cenderung trend rumah yang diharapkan oleh konsumen. 
  • Anda mampu pilih harga selayaknya buat property yang Anda jual. Umumnya harga property diadaptasi pada harga jual di transaksi awalnya yang belum kedaluwarsa berlangsung. 
  • Diluar itu yang perlu dilihat yakni periode penjualan agar tidaklah terlalu kedaluwarsa atau begitu cepat sesuai analisa kenaikan serta penurunan harga. 

Adanya analisa yang masak, harga yang nanti keluar tidak cuma anggapan tetapi menurut kondisi eksisting (keadaan yang sebetulnya). Harga benar-benar pilih besarnya lirikan massa konsumen. Bila harga begitu tinggi, tidak ada yang ingin datang sekedar untuk melihat atau bertanya. Bila harga begitu rendah pasti benar-benar bikin rugi buat pemilik rumah. 

Yakinkan keadaan rumah yang sebetulnya, butuh perbaikan ataukah tidak untuk meningkatkan harga jual. Kelengkapan dokumen property, sarana yang akan di jual serta daya tarik rumah penting untuk memperoleh harga property yang maksimal. 

4. Menyiapkan Penjualan 

Satu hal yang perlu ditangani untuk jamin kesan-kesan pertama yang baik dari sang konsumen yakni dengan menyiapkan property yang akan di jual. Persiapan ini mampu dikerjakan dengan mengkondisikan property dalam kondisi rapi, tertangani serta higienis baik luar atau dari dalam. 

Anda juga bisa mengusahakan perbaikan-perbaikan kecil yang diperlukan oleh rumah. Tentunya perbaikan ini harus sesuai dengan hasil yang akan didapat. Dalam kata lain, Anda harus dapat memproses titik daya tarik rumah untuk tingkatkan nilai jualnya. Beberapa hal simpel yang dapat dikerjakan yakni dengan mengecat lagi rumah. Membersihkan semua sampah di rumah serta halaman. Jangan dibiarkan rumah kelihatan dekil pada saat “pertunjukannya”. Yakinkan semua ruangan menunjukkan bagian keindahannya. Jika butuh usahakan meningkatkan suplemen seperti tirai yang higienis untuk menarik calon konsumen. Optimis semua aliran air serta listrik berperan secara baik. Ini termasuk pada ruang dapur serta kamar mandi yang perlu selalu kelihatan rapi serta cemerlang. 

5. Jaga Diri 

Tulisan “For Sale” atau “Dijual” di muka rumah, di lain sisi memiliki kandungan dampak negatif. Tidak semua yang datang ke rumah yakni konsumen. Anda dapat jaga beberapa barang bernilai di ruang tersembunyi dalam menghadapi kejahatan. Jika butuh tanyakanlah kartu jati diri / kartu nama jika sangsi pada calon konsumen atau tamu yang datang untuk lihat property. Jangan sampai biarlah yang tinggal di rumah buka pintu asal-asalan. 

6. Memberikan Kesepakatan Harga serta Closing (Transaksi) 

Berikan peluang konsumen dalam menggali info serta bukti yang terkait dengan rumah. Waktu konsumen sudah tawarkan kesepakatan harga, yakinkan nanti transaksi berjalan pada agenda yang sudah disetujui. Waktu transaksi adalah saat penyerahan sertifikat tanah serta bangunan serta saat memperoleh uang pembayaran. Oleh karena itu, Anda butuh mempersiapkan dokumen yang diinginkan dan notaris paling dipercaya untuk bikin Akta Jual Beli. 

Meski begitu, di hari penerapan terkadang masih ada perundingan lagi tentang bagian keharusan pembayaran pajak, perbaikan rumah, serta kelengkapan dokumen. Agunan rumah dalam kondisi higienis yakni pra-syarat mutlak pada saat serah terima serta harus dipenuhi penjual. 

Dengan secara singkat proses transaksi : 
  • Sebelum proses jual beli, pemilik rumah harus telah menyerahkan sertifikat ke PPAT atau notaris untuk penelusuran oleh Tubuh Pertanahan Nasional. 
  • Sesudah hasil penelusuran keluar serta hasilnya baik, dalam makna tidak ada perselisihan atau penutupan pada buku tanahnya, penjual serta konsumen diwajibkan membayar pajak pada lembaga berkuasa. Pajak-pajak tersebuat salah satunya , SSP (Surat Setoran Pajak Penjual) harus didaftar atau diadukan ke Kantor Service Pajak wilayah ditempat, lewat cara menyerahkan foto copy lembar pertama serta original lembar ke-5 pada notaris / PPAT ; SSB (Surat Setoran Bea) atas Bea Pencapaian Hak Atas Tanah konsumen juga harus didaftarkan serta dicap di Kantor Service PBB ditempat (wilayah dimana property ada). 

Sesudah semua dikerjakan, penandatanganan Akta Jual Beli harus dikerjakan di muka notaris. Istri atau suami penjual serta konsumen harus ikut serta menandatanganinya. 

Pada transaksi lewat KPR, tidak semua dokumen diinginkan pada saat penandatanganan faktanya yakni telah diatasi serta disimpan oleh bank pemberi credit (KPR / Credit Kepemilikan Rumah). Bila transaksi masih membutuhkan proses seterusnya, karena itu butuh dibuat SPPJB (Surat Kesepakatan Pengikatan Jual Beli). SPPJB berisi ketetapan hak serta keharusan beberapa faksi terjebak, tersebut denda serta batas tamat penerapan kesepakatan, sesuai dengan ketentuan perdata yang berlaku. (Handy S. Winata)

Belum ada Komentar untuk "Menjual Properti Dengan Harga Tinggi, Tentu Bisa Dengan Tips Berikut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel